Nagari Sungai Landia dan Kisahnya

31

TopikTV – Nagari Sungai Landia merupakan salah satu Nagari yang berada di Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam dan merupakan salah satu Nagari di Daerah Minangkabau (Sumatera Barat). Daerah Minangkabau mempunyai dua wilayah alam yaitu Darek dan Rantau.

Darek adalah wilayah asli Minangkabau yang biasa disebut Luhak. Minangkabau terdiri dari Tiga Luhak yaitu Luhak Agam, Luhak Tanah Data dan Luhak Lima Puluh Kota. Sedangkan rantau adalah perluasan dari daerah Luhak.

Dilihat dari kondisi di atas, berarti Nagari Sungai Landia termasuk wilayah Minangkabau asli yang merupakan bagian dari Luhak Agam. Sebagaimana masyarakat Minangkabau lainnya, di samping terikat oleh ajaran Islam, masyarakat Nagari Sungai Landia juga terikat oleh peraturan-peraturan adat Minangkabau, sebagaimana Filosofi Adat Minagakabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.

Pada umumnya pemberian nama nagari-nagari di Minangkabau berdasarkan keadaan wilayah pada waktu pertama kali ditemukan dan ditempati oleh penghuni pertama (primus interpares) di masa lampau. Demikian juga halnya dengan pemberian nama Sungai Landia.

Menurut cerita yang diterima secara turun temurun bahwa pada zaman dahulu di pinggir sungai yang mengalir di Nagari Sungai Landia ini banyak ditumbuhi oleh sebuah pohon yang dikenal dengan nama Pohon Landia. Dan ini lah yang menjadi ciri khas daerah ini pada dahulu kala, sehingga daerah ini sampai sekarang dikenal dengan nama Sungai Landia.

Yang artinya Sebuah Sungai yang disepanjang pinggirnya ditumbuhi oleh Pohon Landia. Tapi sangat disayangkan entah karena pergantian zaman dan musim saat ini pohon ini tidak satupun ditemukan disepanjang pinggir sungai ini.

Nagari Sungai Landia merupakan sebuah daerah lembah yang berbentuk kuali, di dasar lembah tersebut mengalir sebuah sungai yang menjadi sumber irigasi petani sawah. Selain sungai terdapat banyak sekali mata air yang menjadi sumber irigasi persawahan.(art)